makalah manajemen pemasaran (konsep saluran pemasaran STUDI KASUS: PT. BANK RAKYAT INDONESIA
KONSEP SALURAN
PEMASARAN
( STUDI KASUS: PT. BANK
RAKYAT INDONESIA)
Guna Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah
Manajemen
Pemasaran
Disusun Oleh:
Mamun Farida S1.0215.062
PROGRAM
STUDI S1 MANAJEMEN
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI BINANIAGA
BOGOR
2017KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Konsep Saluran
Pemasaran ( Studi Kasus: Pt. Bank Rakyat Indonesia)”.
Diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang materi mata kuliah manajemen
pemasaran. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
Bogor, April 2017
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam era
globalisasi pada saat ini, strategi pemasaran menjadi faktor yang sangat
penting bagi suatu perusahaan untuk dapat bersaing dan bertahan.Menghadapi
kenyataan tersebut saat ini terdapat barang atau jasa yang sejenis dengan
kualitas yang beragam dan selera konsumen yang mudah berganti serta munculnya
pesaing-pesaing baru, mengakibatkan tingkat persaingan menjadi tajam.
Perusahaan harus dapat mempertahankan pangsa pasar yang dimiliki bahkan
memperluas pangsa tersebut agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis
lainnya.
Perkembangan
ekonomi yang sangat pesat memungkikan produsen untuk memproduksi barang atau
jasa secara besar-besaran, tetapi ini semua haruslah diimbangi oleh sitem yang
lebih baik. Saluran distribusi merupakan salah satu bagian dari percampuran
dari pemasaran, karena perusahaan tidak hanya menghasilkan barang atau jasa
tetapi mencari jalan keluar untuk menyalurkan hasil produksinya agar sampai
ketangan konsumen tepat pada waktunya.
Dalam
melaksanakan saluran distribusi umumnya perusahaan melihat beberapa unsur
saluran distribusi yang digunakan dalam meningkatkan penjualan agar sesuai
target yang diharapkan.
Pada makalah
ini kami membahas tentang Saluran Pemasaran yang terdapat di PT. Bank Rakyat
Indonesia.
PT. Bank
Rakyat Indonesia adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di
Indonesi bergerak pada bisnis mikro kecil dan menengah untuk menunjang
peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam
meningkatkan jasa bisnis mikronya PT.
Bank Rakyat Indonesia memiliki Visi dan Misi agar menjadi bank
komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
Dari uraian
di atas, kami tertarik untuk melakukan studi kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia untuk mengetahui
sejauh mana peranan dan pelaksanaan saluran pemasaran yang telah dilakukan oleh
perusahaan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana pelaksanaan saluran pemasaran yang terdapat
pada PT. Bank Rakyat Indonesia?
2.
Bagaimana cara mengetahui hambatan- hambatan saluran pemasaran yang
terdapat pada PT. BRI?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari
pembuatan makalah ini adalah untuk meperoleh pengetahuan yang lebih luas di
bidang pemasaran, khususnya pada saluaran pemasaran yang digunakan perusahaan
dan untuk meperoleh data-data yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi tugas Mata
Kuliah Manajemen Pemasaran.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.
Untuk mengetahui pelaksanaan
distribusi yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia.
2.
Untuk mengetahui hambatan- hambatan
saluran pemasaran yang terdapat pada PT. BRI?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Saluran Pemasaran
Saluran
pemasaran adalah serangkaian organisasi
yang saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan produk atau jasa siap untuk
digunakan atau dikonsumsi. Menurut Philip Khotler (1996) mengemukakan bahwa
saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat
dalam proses menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau di
konsumsi.
Sedangkan menurut Basu Swastha
(1999) saluran pemasaran adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk
menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai kekonsumen atau pemakai
industri.
Dari pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling
tergantung dalam rangka proses penyaluran barang dari produsen kepada konsumen.
2.2 Jenis-jenis saluran Pemasaran
Jenis saluran pemasaran dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Saluran distribusi langsung, Saluran
ini merupakan saluran distribusi yang paling sederhana dan paling rendah yakni
saluran distribusi dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan perantara. Disni
produsen dapat menjual barangnya melalui pos atau mendatangi langsung rumah
konsumen, saluran ini bisa juga diberi istilah saluran nol tingkat (zero stage chanel).
b. Saluran disrtibusi yang menggunakan
satu perantara yakni melibatkan produsen dan pengecer. Disini pengecer besar
langsung membeli barang kepada produsen, kemudian menjualnya langsung kepada
konsumen. Saluran ini biasa disebut dengan saluran satu tingkat (one stage chanel).
c. Saluran distribusi yang menggunakan
dua kelompok pedagang besar dan pengecer, saluran distribusi ini merupakan
saluran yang banyak dipakai oleh produsen. Disini produsen hanya melayani
penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada
pengecer pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar dan pembelian
oleh konsumen hanya dilayani oleh pengecer saja. Saluran distribusi semacam ini
disebut juga saluran distribusi dua tingkat (two stage chanel).
d.
Saluran
distribusi yang menggunakan tiga pedagang perantara. Dalam hal ini produsen
memilih agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang
besar yang kemudian menjualnya kepada took-toko kecil. Saluran distribusi
seperti ini dikenal juga dengan istilah saluran distribusi tiga tingkat (three stage chanel), Philip Kotler
(1996).
2.3 Fungsi Utama Saluran Pemasaran
Fungsi utama saluran pemasaran :
1.
Mengumpulkan
informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku, dan kekuatan lain yang ada
saat ini maupun yang potensial dalam lingkungan pemasaran
2.
Mengembangkan dan
menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian
3.
Mencapai
persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan
dapat dilakukan
4.
Melakukan
pemesanan ke perusahaan manufaktur
5.
Memperoleh dana
untuk membiayai persediaan pada berbagai level saluran pemasaran
6.
Menanggung
resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut
7.
Mengatur
kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai
ke pelanggan akhir.
8.
Mengatur
pelunasan tagihan pembeli melalui bank dan institusi keuangan lainnya
9.
Mengawasi
transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi
atau orang yang lain.
2.4 Tingkat- Tingkat Saluran
Beberapa
saluran pemasaran barang konsumsi dengan panjang yang berbeda :
1.
Saluran nol tingkat (saluran
pemasaran langsung), terdiri dari suatu perusahaan manufaktur yang menjual
langsung ke pelanggan akhir.
2.
Saluran satu tingkat, berisi satu
perantara penjualan seperti pengecer.
3.
Saluran dua tingkat, berisi tiga
perantara, misalnya dalam industri pengemasan daging, pedagang besar menjual ke
pemborong yang akan menjualnya ke beberapa pengecer kecil.
2.5 Saluaran di Sektor Jasa
Konsep
saluran pemasaran tidak terbatas pada distribusi barang fisik. Produsen jasa
dan gagasan juga menghadapi masalah untuk membuat keluaran mereka tersedia dan
terjangkau oleh populasi sasaran. Miasalnya, sekolah mengembangkan “system
penyebaran pendidikan” dan rumah sakit “system penyampaian kesehatan” lembaga
ini harus mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
2.5.1 Keputusan Rancangan Saluran
Dalam
merancang saluran pemasaran, produsen harus memutuskan apa yang ideal, apa yang
mungkin dan apa yang tersedia. Memutuskan mana saluran yang terbaik mungkin
bukan masalah. Masalahnya adalah meyakinkan satu atau sedikit perantara yang
tersedia untuk menangani lini perusahaan manufaktur itu.
2.5.2 Menetapakan Tujuan dan Batasan Saluran
Tujuan
saluran harus dinyatakan dalam bentuk tingkat hasil pelayanan yang ditargetkan.
Perencanaan saluran yang efektif perlu penentuan segmen pasar mana yang akan
dilayani dan saluran terbaik yang akan diguanakan untuk setiap kasus. Tujuan
saluran berbeda-beda sesuai karakteristik produk.
2.5.3 Mengidentifikasi Alternatif Saluran Utama
Suatu
alternatif saluran digambarkan dengan tiga elemen :
1.
Jenis
Perantara
Jenis-jenis perantara untuk
melaksanakan tugas salurannya :
o Wiraniaga
perusahaan
o Agen
produsen
o Distributor
industri
2.
Jumlah
Perantara
Dalam
memutuskan jumlah perantara yang digunakan pada tiap tingkat saluran,
perusahaan memiliki tiga strategi yang tersedia :
o Distribusi
Ekskusif
Mencakup jumlah perantara yang sangat terbatas yang
menangani barang atau jasa perusahaan. Biasanya strategi ini mencakup perjanjian
eksklusif, yang tidak membolehkan penjual menjual merk-merk saingan.
o Distribusi
Selektif
Mencakup penggunaan perantara lebih dari beberapa
tetapi juga kurang dari semua perantara yang menjual produk tertentu. Strategi
ini digunakan oleh perusahaan mapan dan perusahaan baru yang berusaha
mendapatkan distributor.
o Distribusi
Intensif
Produsen menempatkan barang dan jasa sebanyak mungkin
di toko. Strategi ini biasanya digunakan untuk produk yang mudah ditemui,
seperti bensin, makanan ringan, permen, dll.
3.
Persyaratan
Dan Tanggung Jawab Anggota Saluran
Elemen utama dalam “bauran hubungan
perdagangan” antara lain :
o Kebijakan
Harga
o Syarat
Penjualan
o Hak
Teritorial Distributor
o Jasa dan
Tanggung Jawab yang Harus Dilaksanakan Oleh Tiap Pihak
.
2.5.4 Mengevaluasi Alternatif Saluran Pemasaran Utama
Tiap
alternatif harus dievaluasi menurut :
·
Kriteria
Ekonomi
Tiap
alternatif saluran akan menghasilkan tingkat penjualan dan biaya yang berbeda.
·
Kriteria
Pengendalian Evaluasi saluran pemasaran harus memperhitungkan masalah
pengendalian.
·
Kriteria
Adaptasi
Untuk
mengembangkan suatu saluran, para anggota saluran itu harus membuat komitmen
satu sama lain selama periode waktu tertentu.
2.5.5 Keputusan Manajemen Saluran
Setelah
suatu perusahaan memilih sebuah alternatif saluran, tiap perantara harus
diseleksi, dimotivasi dan dievaluasi.
Pengaturan saluran juga harus dimodifikasi dari waktu ke waktu.
2.5.6 Memilih Anggota Saluaran
Kemampuan
produsen berbeda dalam hal menarik perantara yang memenuhi syarat dalam saluran
pemasaran yang dipilih. Beberapa produsen tidak menemui masalah dalam
mendapatkan perantara.
2.5.7 Memotivasi Anggota Saluran Pemasaran
Perantara
harus terus dimotivasi untuk melakukan tugas terbaiknya. Syarat-syarat yang
membuat mereka bergabung dalam saluran memberikan sebagian motivasi, namun ini
harus ditambah dengan pelatihan, pengawasan dan dorongan. Mendorong anggota
saluran untuk mencapai kinerja puncak harus dimulai dengan memahami kebutuhan
dan keinginan mereka.
Para
produsen memiliki beberapa jenis kekuatan untuk memperoleh kerja sama :
o Kekuatan
memaksa (coercive power) digunakan
oleh produsen yang mengancam untuk menarik sumber daya atau menghentikan
hubungan jika perantara gagal bekerja sama.
o Kekuatan penghargaan (reward power) terjadi bila produsen
menawarkan manfaat ekstra kepada perantara untuk melaksanakan kegiatan atau
fungsi tertentu.
o Kekuatan sah (legitimate power) digunakan saat produsen meminta suatu tindakan
seperti yang tercantum dalam kontrak.
o Kekuatan
ahli (expert power) dapat diterapkan
jika produsen memiliki pengetahuan khusus yang dihargai oleh perantara.
o Kekuatan referen (referent power) timbul bila produsen
sangat dihormati sehingga perantara merasa diidentifikasikan dengannya.
2.5.8 Mengevaluasi Anggota Saluran Pemasaran
Secara periodik, produsen harus
mengevaluasi kinerja perantara terhadap standar-standar seperti pencapaian
kuota penjualan, tingkat persediaan rata-rata, waktu pengiriman ke pelanggan,
penanganan barang yang rusak dan hilang serta kerjasama dalam program
periklanan dan pelatihan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang
terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di
Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De
Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank
Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga
keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga
tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari
kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI,
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI
adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang
mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk
sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada
tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada
waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan
Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan
Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
(Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan
nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan,
keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama
Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan
Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara
Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia
unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14
tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun
1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank
Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular
dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat
Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan
Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI
sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan
Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21
tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu
masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah
Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi
perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.,
yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
3.2 Saluran Pemasaran yang terdapat pada PT. Bank Rakyat Indonesia
Pada PT. Bank Rakyat Indonesia
menggunakan saluran pemasaran distribusi langsung, karena perusahaan ini
langsung mendistribusikan atau menjual produknya lansung ke konsumen tanpa
menggunakan perantara. Disni produsen dapat menjual barangnya bisa mendatangi
langsung rumah konsumen atau tempat-tempat usaha. Saluran ini bisa juga diberi
istilah saluran nol tingkat (zero stage chanel).
PT. Bank Rakyat Indonesia memasarkan
produk simpanan dan produk pinjaman. Produk simpanan meliputi tabungan,
deposito, giro. Produk pinjaman meliputi pinjaman mikro, pinjaman ritel,
pinjaman menengah program, pinjaman kredit usaha rakyat (KUR).
3.3 Setrategi Pemasaran
Setrategi
yang diterapkan pada PT. BRI (Persero) Tbk, untuk pemasaran produk simpanan BRI
adalah sebagai berikut :
a.
Place (tempat)
Penentuan tempat suatu cabang bank
yang merupakan salah satu kebijakan yang sangat penting karena bank berlokasi
yang strategis sangat memudahkan para nasabah dalam bertransaksi di bank.
b. Product (Produk)
Produk yang ditawarkan oleh PT. BRI
(Persero), Tbk mepunyai keunggulan tersendiri, karena produk yang ditawarkan
sangat bisa disesuaikan dengan kebutuhahan nasabah. Karena produk tabungan BRI
ini memiliki banyak keuntungan dan kemudahan yang dapat dinikmati setiap saat.
c.
Price (Harga)
Bunga pada setiap bamk berbeda-beda
dengan ketentuan yang diberikan atau ketentuan masing-masing bank.
d. Promotion (Promosi)
PT. BRI melakukan promosi dengan
design-design ruangan yang terdapat pemasangan gambar dan penawaran-penawaran
yang berada disetiap sudut yang mudah terlihat dan menjadi informasi dana daya
tertarik terhadap nasabah-nasabah tersebut, pemasangan billboard di jalan-jalan strategis, pembagian brosur, promosi
melalui majalah atau koran, promosi melalui media visual yaitu pengundian
hadiah menjadi salah satu bentuk promosi dari PT. BRI.
3.4 Hambatan-Hambatan Pemasaran Produk Tabungan BRI
Di dalam
pemasaran sebuah produk banyak
faktor-faktor yang menjadi hambatan produk untuk dapat diterima oleh
masyarakat. Faktor-faktor yang di maksut adala :
a.
Lingkup
bisnis
Di dunia perdangan transaksi bisnis
yang terjadi dibutuhkan ketepatan, kemudahan dan minimalisasi biaya yang
menjadi faktor para pemain bisnis untuk
mempertimbangkan hal tersebut. Kendala dalam hal ini adalah ketika para
pemain bisnis ini mempunayai lingkup bisnis atau relasi dengan menggunakan
akses dari bank yang bukan dari produk BRI mereka akan berfikir ulang untuk
menggunakan produk BRI tersebut untuk menggunakan produk BRI karena faktor
biaya dan kecepatan dalam transaksi.
b.
Karena
kurangnya informasi produk tabungan BRI
Dalam
pengembangan penyesuaian keinginan nasabah terhadap sebuah produk, BRI memiliki
banyak sekali produk untuk memenui keinginan nasabah tersebut. Hal ini memiliki
pengaruh dalam pengenalan produk tabungan BRI yang pada pemasarannya
nasabah hannya memperoleh informasi yang
minin, sehingga konsumen belum paham dengan produk-produk tabungan BRI.
c.
Ketetapan
sistem biaya administrasi
Setiap
bank mempunyai sistem mengenai biaya administrasi yang akan dibebankan kepada
nasabah, hal ini justru menjadi salah satu faktor penghambatan untk nasabah
tertarik pada produk tabungan BRI. Karena setiap calon nasabah akan
memperhitungkan biaya yang akan mereka tanggung, sebagai contoh tabungan yang
mengendap ada pada tabungan BRI dalam penarikan total dirasa masih besar,dan
belum sesuai dengan fasilitas yang didapatkan seperti maksimal transaksi,
penarikan di mesin ATM yang dibatasi perharinnya, saldo minimum yang harus
mengendap ditabungan tersebut dan walaupun banyak sekali produk lain dari BRI
nasabah masih kurang untuk menerima informasi tersebut.
BAB IV
KESIMPULAN
Saluran pemasaran adalah serangkaian
organisasi yang saling tergantung dalam rangka proses penyaluran barang dari
produsen kepada konsumen. Saluran pemasaran ada empat macam yaitu saluran
distribusi langsung, saluran disrtibusi yang menggunakan satu perantara yakni
melibatkan produsen dan pengecer, saluran distribusi yang menggunakan dua
kelompok pedagang besar dan pengecer, saluran distribusi yang menggunakan tiga pedagang perantara.
Bank
Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah
satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia pada PT. Bank Rakyat
Indonesia menggunakan saluran pemasaran distribusi langsung, karena perusahaan
ini langsung mendistribusikan atau menjual produknya langsung ke konsumen tanpa
menggunakan perantara. Setrategi yang diterapkan pada PT. BRI (Persero) Tbk,
untuk pemasaran produk simpanan BRI adalah Place
(tempat), Product (Produk), Price (Harga), Promotion (Promosi). Di dalam saluran pemasaran Bank BRI sebuah
produk banyak faktor-faktor yang menjadi hambatan produk untuk dapat diterima
oleh masyarakat misalnya Lingkup bisnis Bank BRI, kurangnya informasi produk
tabungan BRI pada konsumen, Ketetapan sistem biaya administrasi yang akan
dibebankan kepada nasabah.
DAFTAR PUSTAKA
Amstrong, Gary.
& Philip Kotler. 1996. Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. Alih Bahasa
Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Prenhalindo. Jakarta.
Swastha B, 1999. Saluran Pemasaran. Cetakan Keenam,
(BPEF-Yogyakarta)
KABAR BAIK!!!
BalasHapusNama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.
Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan
Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com
Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.
Sepatah kata cukup untuk orang bijak.