PERSAINGAN STRATEGI PERUSAHAAN (Studi Kasus: Analisis Persaingan antara XL dan Telkomsel



MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN II

PERSAINGAN STRATEGI PERUSAHAAN
(Studi Kasus: Analisis Persaingan antara XL dan Telkomsel)



Guna Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah
Manajemen Pemasaran II


Disusun Oleh:
Mamun Farida             S1.0215.062



PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BINANIAGA
BOGOR
2017


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Makalah Manajemen Pemasaran II.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang materi mata kuliah manajemen pemasaran. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bogor,  November 2017

                   Penulis




BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang


Mengidentifkasi pesaing adalah tugas perusahan yang sederhana, namun cakupan pesaing aktual dan potensial perusahaan sebenarnya jauh lebih luas.Perusahaan lebih mungkin untuk dikalahkan oleh pesaingnya yang baru muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini.
Kualitas manusia akan meningkat akibat adanya persaingan yang sehat.Persaingan yang tidak terkendali dalam jalan positif akan menimbulkan perpecahan bahkan peperangan yang menciptakan banyak korban baik jiwa maupun harta. Banyak ajaran dan nilai spiritual yang mengajarkan manusia untuk hidup rukun dan damai tanpa menciptakan kekerasan yang merugikan, tetapi sejarah manusia telah mencatat, bahwa manusia adalah pencipta kekerasan dan manusia memiliki karakter untuk membangun dan sekaligus menghancurkan.
Dalam dunia bisnis, persaingan pasti ada, entah itu bersaing dengan sehat ataupun persaingan yang tidak sehat. Banyak pengusaha yang menganggap bahwa pesaing adalah sebagai musuh, tapi menurut penulis pesaing adalah mitra karena dengan adanya pesaing maka produk yang dihasilkan suatu perusahaan menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan karena antara perusahaan yang satu dengan yang lain, berlomba-lomba membuat produk yang berkualitas sehingga tidak kalah dengan perusahaan lain yang pada akhirnya akan menarik perhatiancustomer untuk membeli produk tersebut.
Menghadapi pesaing bukanlah hal yang mudah, perusahaan harus mengetahui kondisi pesaing baik dalam maupun luarnya agar perusahaan dapat membuat strategi untuk menghadapi pesaing tersebut. Oleh karena itu, maka disusunlah makalah yang berjudul “Analisis Persaingan Usaha”.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah merupakan hal-hal apa saja yang akan dikaji oleh penulis. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.            Apa Pengertian dari Pesaing?
2.            Bagaimana Mengidentifikasi Pesaing?
3.            Bagaimana Menentukan Sasaran Pesaing?
4.            Bagaimana Mengidentifikasi Strategi Pesaing?
5.            Bagaimana Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing?
6.            Bagaimana Mengidentifikasi Reaksi Pesaing?
7.            Bagaimana Strategi untuk Menghadapi Pesaing?
8.       Studi kasus?






1.2  Tujuan Penulisan


Tujuan dari dilakukannya penulisan makalah ini selain sebagai tugas Mata Kuliah Pemasaran Bank Syari’ah juga sebagai berikut :
1.            Untuk mengetahui Definisi dari Pesaing.
2.            Untuk mengetahui Cara Mengidentifikasi Pesaing.
3.            Untuk mengetahui Sasaran Pesaing.
4.            Untuk mengetahui Strategi Pesaing.
5.            Untuk mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Pesaing.
6.            Untuk mengetahui Reaksi Pesaing.
7.            Untuk mengetahui Strategi dalam Menghadapi Pesaing.








BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Persaingan


Persaingan berasal dari kata “saing” yang berati berlomba atau (mengatasi, dahulu mendahului), dengan kata lain yakni usaha untuk memperhatikan keunggulan masing-masing yang dilakukan perseorangan atau badan hukum dalam bidang perdagangan, produksi, pertahanan dan sebagainya.
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Analisis persaingan merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita.
Beberapa hal yang perlu diketahui dari pesaing:
1.            Kelengkapan mutu, desain dan bentuk produk
2.            Harga yang ditawarkan
3.            Saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki
4.            Promosi yang dijalankan
5.            Rencana kegiatan pesaing ke depan

2.2 Indetifikasi Pesaing


Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap. Pembuatan peta persaingan yang digunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-langkah yang tepat. Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi seluruh pesaing yang ada.  Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan demikian memudahkan kita untuk menetapkan langkah selanjutnya.
Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.            Jenis produk yang ditawarkan
2.            Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing
3.            Identifikasi peluang dan ancaman
4.            Identifikasi keunggulan dan kelemahan

2.3 Menentukan Sasaran Pesaing


Pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing terdekat dan pesaing jauh. Pesaing terdekat adalah perusahaan yang mempunyai produk yang hampir sejenis, misal sebuah bank maka pesaing terdekatnya adalah bank umum, BPR, bank syariah, atau bank asing. Pesaing jauh adalah perusahaan yang memiliki produk yang mirip. Contoh pesaing untuk bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya memilki kesamaan dengan bank seperti asuransi, pos giro, pegadaian, koperasi simpan pinjam, leasing, money changer, atau dana pensiun.
Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya. Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, maka kita perlu mengetahui laba jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil. Sasaran untuk memaksimalkan laba ini dapat dilakukan melalui   peningkatan kepuasan konsumen dengan berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau harga yang relatif murah.
Jika sasarannya untuk memperbesar pasar, maka kita perlu mengetahui apakah pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya, meningkatkan market share dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru yang gencar pula. Peningkatan market share juga dapat dilakukan dengan cara penurunan harga mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market share dapat pula dilakukan dengan cara mengambil market share pesaing lainnya.
Begitu pula untuk menggaet nasabah milik pesaing, maka kita perlu meningkatkan mutu produk dengan memberikan berbagai kelebihan baik itu dari segi pelayanan atau kelebihan lainnya dibanding dengan produk pesaing. Misalnya bagi hasil yang kompetitif, jumlah jaringan atau teknologi yang dimiliki, margin yang rendah, dll.

2.4 Identifikasi Strategi Pesaing


Perusahaan harus memantau strategi pesaingnya secara terus menerus, karena pesaing yang cerdik akan mengubah strategi mereka dari waktu ke waktu. Jelaslah, bahwa perusahaan juga harus mewaspadai perubahan-perubahan yang diinginkan pelanggan dan bagaimana para pesaing mengubah strategi mereka untuk memenuhi hasrat yang diinginkan oleh para pelanggan tersebut.
Susanto dan Umam (2003) Ada beberapa macam strategi yang dapat dijalankan, antara lain:
1.            Strategi pemimpin pasar (Marekt Leader)
Pemimpin pasar adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar sebesar 40%. Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap nomor satu. Sikap ini mendorongnya untuk mengambil tindakan ke tiga arah. Pertama, perusahaan harus menemukan cara untuk mengembangkan jumlah permintaan  keseluruhan. Kedua, perusahaan  harus  menjaga tingkat pasar yang dikuasainya dengan cara bertahan maupun menyerang dengan baik. Ketiga, berikutnya nanti perusahaan dapat mencoba meningkatkan pangsa pasarnya meskipun luas pasar tidak berubah.
2.            Strategi penantang pasar
Penantang pasar adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar sebesar 30%. Tidak seperti dalam perang di mana musuh sudah jelas, dalam banyak hal perusahaan bebas menentukan siapa yang akan jadi lawannya.
Pada dasarnya, penyerang dapat memilih salah satu jenis perusahaan :
a.         Perusahaan menyerang pemimpin pasar.
Pilihan ini membawa resiko tinggi, tetapi bismerupakan strategi yang akan banyak menghasilkan dan memang benar-benar masuk akal bila si pemimpin pasar ternyata tidak memenuhi kebutuhan pasar dengan sempurna.
b.        Perusahaan menyerang perusahaan-perusahaan regional yang lebih kecil yang kurang berhasil serta kekurangan dana.
3.           Serangan pengikut pasar
Pengikut pasar adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar sebesar 20%.
Berikut ini empat strategi umum yang bisa dimanfaatkan :
a.             Pengadaptasi (Adaptor)
Yaitu perusahaan mengambil dan mengadaptasi/memodifikasi produk market leader.
b.            Peniru (Imitator)
Yaitu perusahaan yang meniru beberapa hal dari market leader, namun ia masih mempertahankan diferesiasi dalam hal kemasan, iklan, harga dan lain-lain.
c.             Pengklon (Cloner)
Yaitu   perusahaan   berusaha   untuk   menyamai   atau  melebihiproduk,   nama  dan  pengemasan  produk  market leader, dengan variasi yang ringan.
d.            Pemalsu (Counterfeiler)
Yaitu perusahaan yang meniru bulat-bulat produk dan kemasan perusahaan lain
4.            Strategi penggarap pelung pasar
Dalam hampir setiap industri, selalu terdapat perusahaan-perusahaan kecil yang mengkhususkan diri pada sebagian dari pasar dan menghindari bentrok dengan perusahaan-perusahaan besar, sehingga tidak diperdulikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Penggarap pelung pasar adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar sebesar 10%.
Perusahaan-perusahaan jenis ini mencoba masuk ke satu atau lebih celah-celah pasar yang aman dan menguntungan. (Adi 2016) menyatakan bahwa ada pelung atau celah pasar yang ideal akan memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
a.             Memiliki luas cukup besar dan daya beli yang cukup agar bisa menguntungkan.
b.            Memiliki potensi untuk berkembang.
c.             Diabaikan oleh perusahaan besar.
d.            Perusahaan memiliki keterampilan dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelung pasar tersebut secara efektif.
e.             Perusahaan mampu membela diri dari serangan pesaing

2.5 Analisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing


Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka. Menurut Kasmir (2010) Identifikasi kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1.            Mencari   dan    mengumpulkan    data   tentang   segala   sesuatu  yang berhubungan dengan sasaran, strategi dan kinerja pesaing.
2.            Mencari tahu kekuatan dan kelemahan pesaing baik itu dalam hal keuangan, sumber daya manusia, teknologi maupun dalam hal letak/posisi di pasar.
3.            Mengetahui market share yang dikuasai oleh pesaing serta tindakan yang dilakukan pesaing terhadap pelanggan.
Porter (1980) telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun  lima  ancaman  yang  ditimbulkan  kekuatan tersebut antara lain:
1.            Ancaman persaingan segmen yang ketat
Segmen tertentu menjadi tidak menarik, jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif.
2.            Ancaman pendatang baru 
Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.
3.            Ancaman produk substitusi 
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. 
4.            Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli 
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. 
5.            Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok 
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

Sebuah perusahaan perlu informasi tentang kekuatan dan kelemahan pesaing. Kotler (2006) menyatakan bahwa sebuah perusahaan akan menempati satu  di antara enam posisi kompetitif didalam pasar sasaran berikut ini:
1.            Dominan
Perusahaan ini mengendalikan perilaku pesaing yang lain dan memliki pilihan strategis yang luas.
2.            Kuat
Perusahaan ini bisa mengambil tindakan mandiri tanpa membahayakan posisi jangka panjangnya dan dapat mempertahankan posisi jangka panjangnya apapun tidakan yang dilakukan oleh pesaing.
3.            Cukup baik
Perusahaan ini memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan dan peluang yang ada diatas rata-rata untuk meningkatkan posisinya.
4.            Cukup
Perusahaan ini memiliki kinerja pada tingkat yang cukup untuk mencapai hasil yang bisa terus bertahan dalam bisnis. Namun, perusahaan ini ada karena dibiarkan oleh perusahaan yang dominan dan memiliki peluang dibawah rata-rata untuk meningkatkan posisinya.
5.            Lemah
Perusahaan  ini  memiliki  kinerja  yang  tidak  memuaskan, tetapi ada peluang untuk memperbaiki. Perusahaan ini harus berubah atau kalau tidak keluar dari pasar.
6.            Tidak berpeluang
Perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskan dan tidak ada peluang untuk memperbaiki.



2.6 Identifikasi Reaksi Pesaing


Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan baru dalam rangka mengungguli pesaing yang ada.
Adapun bentuk-bentuk reaksi umum dari para pesaing, yaitu:
1.            Pesaing yang santai, yaitu pesaing yang tidak bereaksi dengan cepat terhadap tindakan / serangan pesaing.
2.            Pesaing selektif, yaitu pesaing yang hanya bereaksi terhadap serangan tertentu.
3.            Pesaing harimau, yaitu pesaing yang bereaksi dengan gesit dan kuat terhadap setiap serangan dari pesaing-pesaingnya.
4.            Pesaing stokastik (tak terduga), yaitu pesaing yang tidak menunjukkan pola reaksi yang dapat diramalkan.

2.7 Strategi Menghadapi Pesaing


Menurut Anonim (2016) Strategi dalam menghadapi pesaing dalam pemasaran antara lain:
1.      Strategi produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar atribut seperti : warna, bungkus, prestise perusahaan serta pelayanan perusahan yang dibeli konsumen untuk dapat memberikan pemuas kebutuhannya.
2.      Strategi penetapan harga
Harga merupakan suatu strategi bagi seorang penjual untuk mengadakan pembedaan penawaran produknya dari pesaing, sehingga penetapan harga adalah salah satu bagian penting dalam pemasaran.
Penetapan harga dalam menghadapi pasar, antara lain:
a.      Penetapan harga sama dengan harga pesaing.
b.      Penetapan harga di bawah pesaing.
c.      Menetapkan harga di atas harga pesaing
Berapa harga yang ditetapkan untuk suatu barangpengusaha (penjual)melihat pada suatu pangkal tolak, yang disebut orientasi. Ada tiga macam orientasi, antara lain:
a.        Orientasi pada harga pokok (cost)
Dalam menetapkan harga dengan orientasi pada harga pokok, seorang pengusaha selalu menanyakan terlebih dulu berapa harga pokok (biaya pembuatan/harga-beli)-nya baru kemudian menetapkan harga jualnya.
b.       Orientasi pada permintaan pasar
Orientasi  pada  permintaan pasar terlebih dahulu melihat harga-harga di pasar dan kekuatan permintaan pasar. Berapakah kira-kira banyaknya barang yang diperlukan, dan berapakah kira-kira kemampuan untuk membayar. Jika ditaksir permintaan kuat, maka harga ditetapkan relatif tinggi; jika ditaksir permintaan lemah, maka harga ditetapkan relatif rendah. Jika permintaan berbeda-beda kekuatannya atau keinginannya, maka kepada pembeli dapat diberikan harga yang berbeda-beda, yang disebut harga diskriminasi.

c.     Orientasi pada persaingan
Orientasi pada persaingan, yang dilihat oleh penjual bukannya harga pokok atau permintaan pasar terlebih dahulu, melainkan berapakah harga yang ditetapkan oleh pesaingnya.
Ada dua cara yang dapat ditempuh, yaitu mengikuti saja harga yang sedang berlaku yang dipasang oleh pesaingnya artinya tinggal meniru saja atau harga yang ditetapkan lebih rendah daripada yang ditawarkan/ditetapkan oleh pesaingnya.
d.      Kombinasi
Yaitu melihat kepada ketiga-tiganya, baik biaya pembuatannya, permintaan pasar, maupun persaingan yang ada.
3.       Strategi promosi
Promosi dilaksanakan dengan pendekatan komunikasi yang bersifat persuasi (persuasive) atau membujuk. Sifat membujuk dapat dilakukan dengan cara:
a.    Model retorika
Merupakan  suatu   model/cara   seseorang  berbicara  dihadapan suatu kelompok, misalnya berpidato dihadapan umum, salesman produk kepada pembeli.
b.   Model propaganda
Suatu cara untuk mencari pendukung oleh seseorang atau lembaga, cara ini dilakukan dengan:
1)    Rhetoric, memanipulasi kata-katanya menjadi menarik.
2)    Atmosphere, yaitu suasana senang yang diciptakan sehingga memberikan dorongan agar mau mengikuti atau menerima apa yang dikatakan.
3)    Event, yaitu suatu kejadian yang digunakan sebagai alat propaganda agar dapat menimbulkan kesan yang sulit dilupakan.
c.    Model negoisasi
Suatu perundingan antara seseorang negosiator dengan negosiator lainnya saling berhadapan. Masing-masing berusaha untuk mengusahakan pihaknya.
4.       Strategi distribusi
Untuk menyalurkan barang-barang konsumsi ada beberapa jenis saluran distribusi yang dapat dipergunakan, yaitu:
a.      Zero Stage: Manufacture Direct to Consumer (Saluran Distribusi Langsung ke Konsumen)
b.      One Stage: Manufacture to Retailer To Consumer (Saluran Distribusi Produsen ke Pengencer ke Konsumen)
c.      Two Stage: Manufacture to Retailer to Consumer (Produsen ke Pedagang Besar ke Pengencer ke Konsumen)
d.      Three Stage: Manufacture to Agent to Whole seller to Retailer to Consumer (Saluran Melalui Agen)
Bila ada lawan yang menduduki daerah pemasaran tertentu, maka ada lima strategi penyerangan yang bisa dilakukan, yaitu :
1.       Serangan Frontal (Frontal Attack)
Penyerang dikatakan melakukan serangan frontal bila ia mengerahkan massa dan kekuatannya tepat berhadapan dengan lawan. Ia lebih menyerang kekuatan lawan daripada titik kelemahan lawan.
2.       Serangan Samping (Flanking Attack)
Penyerang bersikap seolah-olah akan menyerang bagian yang kuat, sehingga lawan mengerahkan semua daya ke bagian tersebut, namun serangan yang sesungguhnya akan diarahkan pada bagian sayap atau belakang.
3.       Serangan Mengepung (Encirclement Attack)
Serangan mengepung merupakan usaha menembus daerah pemasaran lawan. Manuver mengepung ini dijalankan dengan serangan besar-besaran terhadap berbagai front, sehingga lawan harus melindungi bagian depan, samping dan belakang pada saat bersamaan.
4.       Serangan Melambung (Bypass Attack)
Serangan jenis ini adalah strategi menyerang secara tidak langsung serta menjauhkan diri dari setiap gerakan yang mengarah ke daerah pemasaran pesaing.
5.       Serangan Gerilya (Guerilla Attack)
Serangan gerilya dilancarkan dengan serangan kecil dan terputus-putus pada berbagai wilayah lawan.
Adapun perlindungan diri dalam bentuk pertahanan yang dapat digunakan antara lain:
1.      Pertahanan frontal
Pertahanan frontal adalah pertahanan dari segala penjuru. Untuk pertahanan ini diperlukan kekuatan sumber daya yang cukup besar. Tujuannya agar pesaing tidak dapat melakukan serangan paling tidak untuk sementara waktu.
2.      Pertahanan samping
Pertahanan samping adalah pertahanan untuk menutupi kelemahan yang dimiliki   agar   tidak  diserang  oleh  pesaing.  Kelemahan  harus segera untuk ditutupi, jangan tunggu sampai diserang pesaing duluan.
3.      Pertahanan menyerang lebih dulu
Pertahanan menyerang lebih dulu merupakan pertahanan dimana perusahaan harus menyerang lebih dahulu ke pesaing. Tujuannya adalah agar pesaing menjadi salah langkah untuk melakukan serangan pada perusahaan kita atau bahkan pesaing mungkin akan membatalkan serangannya.
4.      Pertahanan menyerang balik
Pertahanan ini dilakukan setelah terjadi serangan dari pihak lawan, jadi agar kita tidak kalah maka kita sebaiknya melakukan penyerangan balik.




BAB III

STUDI KASUS


3.1 Persaingan antara XL dan Telkomsel


Persaingan antara XL dan Telkomsel termasuk kedalam persaingan merk, dimana di dalamnya terjadi persaingan dalam penetapan harga, feature yang ditawarkan dan yang paling kentara adalah pada persaingan iklan. Berkali-kali dapat dilihat pada iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati (Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara saling memurahkan tarif sendiri.
Kini persaingan 2 kartu yang sudah ternama ini kian meruncing dan langsung tak tanggung-tanggung menyindir satu sama lain secara vulgar. Bintang iklan yang jadi kontroversi itu adalah Sule, pelawak yang sekarang sedang naik daun. Awalnya Sule adalah bintang iklan XL. Di XL, Sule bermain satu frame dengan bintang cilik Baim dan Putri Titian.
Di situ, Baim diminta oleh Om Sule untuk mengatakan, “Om Sule ganteng”, tetapi dengan kepolosan dan kejujuran (yang sudah direkayasa oleh sutradara ) Baim berkata, “Om Sule jelek”.Setelah itu, Sule kemudian membujuk Baim untuk berkata lagi, “Om Sule ganteng” tapi kali ini Baim diberi es krim olehSule. Tetapi tetap saja Baim berkata, “Om Sule jelek”. XL membuat sebuah slogan, “sejujur Baim, sejujur XL”.
Iklan ini dibalas oleh Telkomsel dengan meluncurkan iklan kartu AS. Awalnya, bintang iklannya bukan Sule, tetapi pada iklan tersebut sudah membalas iklan XL tersebut dengan kata-katanya yang kurang lebih berbunyi seperti ini, “makanya, jangan mau diboongin anak kecil..!!!”
Tidak cukup di situ,  kartu AS meluncurkan iklan baru dengan bintang Sule. Di iklan tersebut, Sule menyatakan kepada pers bahwa dia sudah tobat. Sule sekarang memakai kartu AS yang katanya murahnya dari awal. Sule juga berkata bahwa dia kapok dibohongi anak kecil sambil tertawa dengan nada mengejek.
Perang iklan antar operator sebenarnya sudah lama terjadi. Namun pada perang iklan yang satu ini, tergolong parah. Biasanya, tidak ada bintang iklan yang pindah ke produk kompetitor selama jangka waktu kurang dari 6 bulan. Namun pada kasus ini, saat penayangan iklan XL masih diputar di Televisi, sudah ada iklan lain yang “menjatuhkan” iklan lain dengan menggunakan bintang iklan yang sama.

BAB IV

PEMBAHASAN


4.1 Identifikasi Pesaing (XL)


4.1.1.      Profil Pesaing

PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk), atau disingkat XL, adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. XL menyediakan layanan korporasi yang termasuk Internet Service Provider (ISP) dan VoIP. XL memiliki dua lini produk GSM, yaitu XL Prabayar dan XL Pascabayar.
XL Prabayar merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL sebelumnya, yaitu Bebas, Jempol, dan Jimat. Peleburan menjadi satu lini produk ini merupakan upaya XL untuk memangkas biaya pemasaran Jempol yang memiliki perkembangan kurang siginifikan jika dibandingkan dengan Bebas. Peleburan ini diawali pada 1 Agustus 2007dengan menyatukan voucher isi ulang untuk kedua produk dan diresmikan pada 1 Januari 2008 dengan peluncuran merek XL Prabayar. Pelanggan XL Prabayar mendapat nomor dengan awalan 0817, 0818, 0819, 0859, 0878, dan 0877. Bebas diluncurkan pertama kali pada tanggal 1 Juni 2004. Produk ini merupakan kelanjutan produk XL sebelumnya, XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor. Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL dimana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar dan pascabayar.

4.1.2.      Market Share Pesaing

PT. XL Axiata Tbk. (XL) didirikan pada tahun 1989 dan dimiliki oleh Axiata Group Berhad melalui perusahaan Indocel Holding Sdn Bhd (66,7%). Perusahaan ini adalah salah satu pemain selular terbesar di area Asia Pasifik, Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (13,3%). Perusahaan ini adalah penyedia selular terbesar di Timur Tengah dan Afrika, dan sebanyak 20% saham dimiliki oleh publik secara terbuka.XL memulai kegiatan komersialnya di tahun 1996, XL saat ini adalah salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi selular terbesar dan tertinggi untuk pertumbuhan di industri telekomunikasi dengan melayani 31,4 juta pelanggan dari berbagai negara sampai akhir tahun 2009.
Fokus XL pada 2 aspek bisnis utama: Consumer Solutions – ditujukan untuk pelayanan selular telepon berkualitas tinggi, dan Business Solutions – ditujukan untuk penyediaan solusi data dan komunikasi yang efisien dan terpercaya bagi pangsa pasar korporat.
Melalui nilai-nilai perusahaan : integritas, Kesempurnaan layanan dan kerja tim, XL memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuannya secara berkesinambungan dalam usahanya menjadi penyedia jasa layanan telekomunikasi yang digemari di Indonesia, dengan memperluas cakupan daerah layanan, kualitas, kapan saja dan dimana saja.

4.1.3.      Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Kekuatan dan kelemahan operator seluler XL disajikan pada analisis SWOT berikut ini:
1.      Strength (Kekuatan)
Kekuatan XL antara lain terdapat pada: XL secara terus menerus mencari tempat dimana dapat melakukan praktek yang terbaik dalam menjalankan bisnis. Perusahaan juga menyadari dinamika di seputar tata kelola perusahaan di Indonesia yang telah mengalami kemajuan selama ini.
2.      Weakness (Kelemahan)
Kelemahan XL antara lain terdapat pada: Masalah tarif murah XL juga bisa dikaitkan dengan iklan. Banyak iklan yang menipu untuk industri selular, dalam artian banyak syarat dan ketentuan berlaku sebagai embel-embelnya.
3.      Oppurtunities(Kesempatan)
Peluang bagi XL antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, terutama di daerah – daerah. Perluasan jaringan yang dilakukan oleh XL cukup menguntungkan XL di masa mendatang.
4.      Threat (Ancaman)
Ancaman bagi XL antara lain: banyak masuknya pendatang baru dalam dunia operator selular di Indonesia, pendatang baru tersebut dari dalam negeri dan dari luar negeri. Semua operator menawarkan nilai lebih dari kompetitor nya, hal ini harus benar – benar ditanggapi serius dengan XL.
Kesimpulan:
Setelah menganalisis data-data dan informasi sebelumnya,maka bisa ditarik beberapa kesimpulan mengenai manajemenstrategi XL, yaitu:
1.    XL telah berupaya sepenuhnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan melalui layanan yang berkualitas tinggi.
2.    Fokus masa, dari yang pada awalnya XL tidak terlalu menargetkan segmen pasarnya, akan tetapi sekarang mengarah ke pasar yang ingin bicara tidak sebentar (anak muda yang mau curhat dan pebisnis yang mau bicara dengan durasi yang lama).

4.1.4.      Identifikasi Strategi Pesaing

Setelah sukses besar XL dengan program Rp1/detik, Telkomsel meluncurkan Rp0,5/detik. Menjawab promo dari Telkomsel tersebut, XL saat ini membidik komunikasi antar operator melalui Rp0,1/detik ke semua operator, kemudian mencoba mengikuti pemain baru 3 dengan Rp1/menit. Persaingan ini tentu juga dengan operator CDMA.

4.2.            Identifikasi Produk (Telkomsel)


4.2.1.      Profil Produk

Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.Telkomsel didirikan pada tahun 1995 sebagai wujud semangat inovasi untuk mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang terdepan. Untuk  mencapai visi tersebut, Telkomsel terus memacu pertumbuhan jaringan telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia secara pesat sekaligus memberdayakan masyarakat. Telkomsel menjadi pelopor untuk berbagai teknologi telekomunikasi selular di Indonesia, termasuk yang pertama meluncurkan layanan roaming internasional dan layanan 3G di Indonesia.  
Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayarkartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle yang semakin berkualitas sangat jelas terlihat dengan secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta Long Term Evolution. Tahun ini Telkomsel mengembangkan jaringanmobile broadband dengan mencanangkan 24 kota besar sebagai broadband city
Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular, Telkomsel telah menggelar 34.000 Base Transceiver Station termasuk lebih dari 6.000 Node B yang menjangkau 95 persen wilayah populasi Indonesia. Seiring diselesaikannya programUniversal Service Obligation yang diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.
Bahkan kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300 mitra operator data roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.  

4.2.2.      Market Share Produk

Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular dengan market share terbesar di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih dari 83 juta pelanggan. Pada tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan melayani sekitar 100 juta pelanggan.
Saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 32.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) di 150 kota yang menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. Bahkan kenyamanan komunikasi saat berada di luar negeri tetap terjamin karena Telkomsel juga bekerjasama dengan sekitar 400 operator mitra International Roaming dan 290 operator mitra data roaming di seluruh dunia.
Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular GSM terkini, mulai dari 3G, HSDPA, HSPA+, serta dalam waktu dekat melakukan uji coba Long Term Evolution (LTE) yang merupakan teknologi selular GSM generasi keempat (4G). Diharapkan pada tahun ini total 24 kota besar di seluruh Indonesia dapat menikmati full coverage layanan mobile broadband Telkomsel.

4.2.3.      Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Produk

Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan pra bayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, dengan 81.644.000 pelanggan (pada 31 Desember 2007) dan market sharesebesar 51% pada 1 Januari 2007. Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), serta Kartu HALO (pascabayar).
Pertumbuhan pengguna layanan jejaring sosial dan komunitas di Indonesia sangat pesat belakangan ini. Tak heran jika kemudian sejumlah operator telekomunikasi berlomba untuk menjaringnya. Pesatnya pertumbuhan mungkin bisa mengacu pada situs jejaring Facebook yang kini memiliki pengguna aktif lebih dari 11.000.000 di Indonesia. Jumlahnya meningkat 13 kali lipat dibanding akhir 2008 lalu yang hanya berkisar 800.000 orang. Untuk membangun kembali situs “one stop destination” tersebut, Telkomsel kemudian menggandeng PT Access Mobile Indonesia untuk mengembangkan konten yang bisa dinikmati pelanggan dan komunitas berdasarkan minatnya. MyPulau menawarkan fitur seperti Social Status Integrator, My Interests, dan My Buys. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan profil uniknya yang terintegrasi dengan berbagai situs jejaring sosial untuk menciptakan komunitas pertemanan sendiri, menulis blog, serta bertransaksi dalam forum jual-beli secara e-commerce. Selain untuk bersilaturahim dengan kawan dan kerabat, jejaring sosial juga kerap digunakan sebagai media untuk saling berinteraksi dengan para netter yang memiliki persamaan minat. Maka, terbentuklah beragam komunitas di Internet yang jumlahnya kian banyak. Potensi ini yang kemudian dibidik sejumlah operator. Telkomsel adalah contoh paling baru. Operator ini coba mengoptimalkan kembali MyPulau, situs jejaring sosial dan komunitas yang telah dibangunnya sejak 2007.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelebihan produk Telkomsel adalah memiliki video blog yang bisa digunakan untuk merekam video klip dan dapat dilihat oleh pengguna lain, jangkauannya lebih luas dibanding dengan operator lain, registernya mudah hanya melalui SMS, memiliki pelayanan-pelayanan seperti movie, entertainment, infotainment, religion, music, dan life style.
Kekurangan utama Telkomsel terletak pada mahalnya tarif. Telkomsel secara keseluruhan merupakan operator dengan presentasi biaya yang paling mahal. Telkomsel mematok harga yang cukup mahal untuk biaya telepon, pengiriman pesan, akses internet dan berbagai layanan lainnya. Selain itu, jika dibandingkan dengan nama besarnya yang memiliki jumlah konsumen paling banyak dengan jaringan yang luas, komunikasi  menggunakan kartu Telkomsel  belum berada pada tingkat kecepatan dan akurasi yang baik. Di beberapa wilayah pelosok, signal Telkomsel juga masih sangat sulit didapat yang artinya jaringan tower mereka belum memenuhi standar sebagai operator ternama. Padahal seharusnya harga dapat disesuaikan dengan servisnya.

4.2.4.      Identifikasi Strategi Produk

Persaingan yang terjadi antar operator, tidak lagi hanya berkaitan dengan adu kecanggihan teknologi dan keunggulan produk yang mereka miliki tetapi sudah mengarah ''perang harga''. Untuk mengantisipasi persaingan pasar tersebut disamping mengandalkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya, Telkomsel terus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan dan fasilitas (content) yang ditawarkan dari setiap produk yang dijualnya sehingga tetap bisa memimpin pasar selular. Kartu As yang diluncurkan pada tahun 2003 sedang memasuki tahap pertumbuhan. Tahap pertumbuhan ini ditandai dengan peningkatan pesat penjualan. Konsumen awal menyukai produk tersebut, dan konsumen berikutnya mulai membeli produk itu. Peluncuran kartu As ini merupakan upaya PT.Telkomsel,Tbk untuk menawarkan produknya yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Di saat terjadi perang harga kartu perdana murah dalam industri seluler, PT.Telkomsel,Tbk meluncurkan Kartu As sebagai fighting brand. Kartu As ditujukan bagi konsumen kelas menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga. Keputusan dilakukan karena tidak mungkin menurunkan harga simPATI dan Kartu HALO secara drastis karena jika hal ini dilakukan dikhawatirkan para pelanggan Kartu HALO dan simPATI akan mengira ada penurunan kualitas dari produk-produk Telkomsel. Dalam menetapkan harga produk Kartu As, PT.Telkomsel,Tbk menggunakan strategipenetration pricing. Dalam strategi ini, harga ditetapkan relative rendah pada tahap awal Product Life Cycle (PLC). Tujuannya adalah agar dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing.
Strategi produk untuk kartu As juga menggunakan strategi diversifikasi tetapi dengan lebih menekankan pada perluasan produk dan pelayanan. Perluasan produk dilakukan dengan meluncurkan kartu As edisi Slank, sedangkan peluasan pelayanan dilakukan dengan melengkapi fitur yang dimiliki kartu As yang pada awalnya hanya memiliki fitur standard yaitu fitur percakapan dan pengiriman pesan singkat (SMS) menjadi memiliki fitur yang lengkap sama seperti kartu Telkomsel lainnya.
Adapun Kartu As, perdana Simpati yang memberikan nomor dan kartu secara cuma-cuma karena harga paket perdanadengan isi pulsanya sama, yaitu Rp 25.000. Dengan berbagai produk barunya itu, tidakberlebihan jika Telkomsel sampai saat ini masih tetap dapat memimpin pasar selularIndonesia.






BAB V

KESIMPULAN


5.1 Kesimpulan


Persaingan antara XL dan Telkomsel termasuk kedalam persaingan merk, dimana di dalamnya terjadi persaingan dalam penetapan harga, feature yang ditawarkan dan yang paling kentara adalah pada persaingan iklan. Berkali-kali dapat dilihat pada iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati (Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara saling memurahkan tarif sendiri.
XL mengeluarkan beberapa gambrakan yaitu berupa pemberian features layanan dan promosi harga. Begitu pula, Telkomsel yang memberikan strategi persaingan untuk menangani macam macam persaingan. Misalnya saja pada pemberian strategi Rp1 / detik dari XL, Telkomsel kemudian meluncurkan Rp 0,5 / detik. Menjawab promo dari Telkomsel tersebut, XL saat ini membidik komunikasi antar operator melalui Rp0,1 / detik ke semua operator, kemudian mencoba mengikuti pemain baru 3 dengan Rp1/menit. Persaingan ini tentu juga dengan operator CDMA. Selain itu juga pemberian features layanan internet, XL memberikan features seperti HotRod 3G sedangkanTelkomsel meluncurkanTelkom flash.





DAFTAR PUSTAKA



Adi. 2016. Posisi Pesaing  dan Strategi  Pemasaran. Jakarta(ID): PT. Indeks. [Internet]. (diakses 07 Maret 2016) Tersedia dalam http://ad1lovezhy.blogspot.co.id/2013/03/posisi-pesaing-strategy-pemasaran.html?m=1
Anonim. 2016.Strategi Pemasaran dalam Menghadapi Persaingan Pasar Bebas. [Internet]. (diakses 10 Maret 2016) Tersedia dalam http//:dayuncepok.blogspot.co.id/2013/11/strategi-pemasaran-dalam-mengha dapi.html?m=1
Kasmir. 2010. Pemasaran Bank. Jakarta(ID): Kencana
Kotler P. 2006. Manajemen Pemasaran Edisi 11. Jakarta(ID): PT. Indeks
Porter ME. 1980. Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Indstries and Competitors, The Free Press.
Susanto H, Umam K. 2013. Manajemen Pemasaran Bank Syari’ah. Bandung(ID): Pustaka Setia






Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah manajemen pemasaran (konsep saluran pemasaran STUDI KASUS: PT. BANK RAKYAT INDONESIA

MAKALAH PERDAGANGAN LUAR NEGERI (BISNIS INTERNASIONAL DAN MULTINASIONAL)